Minggu, 4 April 2021
H A R I P A S K A H
Renungan Malam
Bacaan Alkitab : Matius 28 : 11 – 15
Tanpa terkecuali kita semua pernah berbohong. Kita berbohong karena berbagai sebab. Orang berbohong kepada sesamanya. Orang berbohong kepada Tuhan, padahal Dia mahatahu.
Menurut cerita dalam Injil Matius ini, imam-imam kepala berunding bersama tua-tua bangsa, lalu menyogok serdadu-serdadu pemerintah untuk mengatakan, bahwa mayat Tuhan Yesus dicuri oleh murid-murid-Nya. Tentu saat itu ada orang yang percaya, dan yang tidak percaya tentang berita itu. Namun demikian, yang penting bagi imam-imam kepala kabar tentang kebangkitan Yesus harus ‘ditutup rapat’. Mereka menggunakan segala cara untuk menghapus (menghilangkan) berita kebangkitan. Imam-imam kepala bisa merasa aman, karena tidak diapa-apakan oleh wali negeri. Apalagi serdadu-serdadu itu tetap bersukacita, karena mereka telah menerima sogokan. Bahkan masyarakat pun akan menganggap pencurian itu hal yang lumrah, karena para pengikut Yesus sangat mencintai-Nya. Mereka tidak menyadari, bahwa ini kebenaran dan kabar besar dari surga.
Hidup benar dan jujur adalah sikap yang layak dipilih dan dipraktekkan. Dalam masyarakat sekarang ini hidup jujur dan benar mutlak perlu. Kita harus mengembangkan nilai-nilai kehidupan yang benar, jujur dan adil. Sebagai makhluk rohani dan jasmani kita sedang menghadapi perubahan yang terjadi dalam persekutuan bahkan dunia, akibat pandemi. Kita harus membekali diri sedemikian rupa, sehingga menjadi orang-orang yang tetap kuat dalam iman.
Kebangkitan Kristus memberi dimensi baru pada kehidupan kita, bahwa kebohongan tidak bisa menutupi kebenaran. Kita harus berhati-hati terhadap semua hawa nafsu maupun tawaran yang secara moral salah. Perhatikan lebih teliti, bagaimana kita menjalani hidup selama ini, penuh dengan kebohongan atau dalam kebenaran? Mari memberi diri percaya dan diatur oleh Firman Tuhan, sehingga kita mengalami kuasa kebangkitan Kristus. Hanya kuasa kebangkitan Kristus yang bisa memurnikan iman kita untuk hidup benar dan jujur di tengah-tengah dunia yang sarat dengan kebohongan. Lalu dengan rendah hati siap sedialah mengobarkan misi Tuhan Yesus di dunia ini.