Kamis, 1 April 2021
Renungan Pagi
Bacaan Alkitab : Matius 26 : 47 – 56
Kisah penangkapan Yesus dengan terang menunjukkan peng-khianatan yang dilakukan oleh murid-Nya sendiri, bukan orang lain. Yudas yang selama tiga tahun telah mengikuti Yesus dan melihat banyak peristiwa bersama para murid lainnya, datang dengan orang banyak membawa pedang dan pentung dalam semangat pengkhianatan. Identitas Yudas sebagai murid Yesus sirna saat memaksakan keinginannya. Firman Tuhan menujukkan dengan jelas tipikal salah seorang dari kedua belas murid-Nya (ay.47). Hal ini memperlihatkan betapa terbukanya sebuah pengkhianatan dan sedikit pun tidak terlihat keraguan pada Yudas (ay.48).
Di saat yang sama, Tuhan Yesus menunjukkan kuasa pemulih-an-Nya (Luk.22:51) dengan menyembuhkan telinga hamba Imam Besar. Kuasa yang diperlihatkan-Nya bukanlah dengan pedang, pentung dan kebencian, tetapi kuasa yang menyembuhkan, memulihkan. Di taman Getsemani dua kuasa yang berbeda itu berhadap-hadapan, saling menatap. Inilah saat yang “penting”, di mana kisah penangkapan ini menunjukkan bergeloranya kuasa pengkhianatan berhadapan bergeloranya kuasa Ilahi yang mengasihi. Taman Getsemani menjadi saksi bisu rangkaian kisah perjalanan Yesus yang berujung pada kematian dan kebangkitan Nya. Kisah penangkapan Yesus di taman Getsemani memberi pengajaran penting bahwa dalam dunia yang mengagungkan kekerasan dan pengkhianatan, kuasa pemulihan terus diperjuangkan. Kuasa pemulihan tidak dilandasi tiga puluh keping perak, tetapi kuasa kasih.
Di awal bulan April ini kita diundang memasuki lorong perjuangan untuk selalu bertekun, sekalipun kuasa pengkhianatan tidak pernah usai. Kita diingatkan untuk selalu memahami dangkalnya kuasa pengkhianatan dan dalamnya kuasa pemulihan bagi sesama. Kitapun diajak mensyukuri semua karya Tuhan yang berujung pemulihan dan menolak setiap undangan pengkhianatan. Hadirlah dengan kuasa pemulihan-Nya dan bukan kuasa pengkhianatan seperti yang diperlihatkan Yudas. Maju terus bersama Tuhan Yesus, sebab dalam persekutuan dengan-Nya setiap upaya pemulihan tidak sia-sia.