KECAMAN YESUS TERHADAP ORANG FARISI

Sabtu, 13 Februari 2021

Renungan Pagi

Bacaan Alkitab : Lukas 11 : 37 – 44

Di masa pandemi Covid-19, tiap orang diwajibkan untuk mengikuti protokol kesehatan seperti mencuci tangan, menggunakan masker maupun menjaga jarak. Anjuran ini diharapkan, agar seluruh lapisan masyarakat dapat mematuhinya demi keselamatan bersama. Kelalaian mengikuti protokol kesehatan akan dikenakan sanksi, sehingga pada lokasi tertentu dituliskan misalnya “area wajib masker”. Apakah sikap Yesus saat diundang oleh seorang Farisi untuk makan di rumahnya menunjukkan ketidaktaatan-Nya kepada hukum Yahudi ? Apa sesungguhnya maksud tindakan Yesus serta kecaman yang ditujukan-Nya kepada orang-orang Farisi?
 
Lukas menuliskan keheranan orang Farisi, ketika Yesus tidak terlebih dahulu mencuci tangan. Padahal dalam tradisi Yahudi, hal mencuci tangan sebelum makan adalah wajib hukumnya. Namun demikian, melalui kecaman, Yesus memperlihatkan, bahwa Ia menghendaki adanya kekudusan hidup baik dari luar maupun dalam diri seseorang. Dengan menyinggung soal persepuluhan, kedudukan terhormat maupun kuburan berlabur putih, Yesus sedang memberikan pengajaran tentang hal penting dan sangat utama yaitu keadilan dan kasih, kerendahan hati, serta kekudusan hidup yang berdampak positif bagi hidup orang lain.
 
Janganlah berpura-pura saleh dengan berbagai peraturan agama padahal keadaan sebenarnya ibarat kuburan berlabur kapur putih namun isinya najis atau sudah busuk. Perilaku seseorang yang hidup sebagai warga Kerajaan Alah harus mencerminkan ketulusan dan kesucian hidup dari dalam maupun luar diri. Mari jalani hidup di sepanjang hari ini dengan melibatkan Kristus, agar kemunafikan, keangkuhan menjauh, dan kasih yang tiada batas mendominasi perjalanan hidup, sehingga kita dapat menjadi berkat bagi sesama baik sekarang maupun waktu yang akan datang.