Sabtu, 9 Januari 2021
Renungan Malam
Bacaan Alkitab : Kejadian 35 : 9 – 15
Kebaikan Allah sungguh nyata di dalam kehidupan orang beriman. Hal ini nyata melalui perjalanan kehidupan orang beriman. Ketika pagi hari, kita bangun dari tidur lalu dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab, tentu karena Allah. Sekalipun dalam melaksanakan tugas kita berhadapan dengan tantangan, namun Allah tetap menyertai, sehingga rintangan yang menghadang bisa dilewati.
Menutup hari ini serta sepekan yang telah dianugerahkan-Nya, kita diingatkan, bahwa Dia yang kita sembah adalah Allah yang senantiasa memberkati. Hal ini sangat jelas melalui kehidupan Yakub. Sekalipun sudah pernah melakukan kesalahan dalam hidupnya, Yakub mengakui kesalahannya serta memohon belas kasih Allah. Allah tetap menyatakan kasih-Nya melalui berkat yang diberikan kepada Yakub.
Sesungguhnya berkat Allah tercurah di dalam hidup kita. Jika saat ini orang beriman merasa tidak diberkati, bukan karena Allah tidak mengasihi. ltu karena dirinya tidak bisa bersyukur. Hal ini tampak jelas di dalam kehidupan orang yang ketika sudah berbuat salah, namun tidak mau mengakuinya. Setelah mendapat pengampunan, tetap saja hidup dalam kesalahan yang sama. Orang tersebut selalu mengeluh dengan keberadaannya dan tidak mau berjuang memperbaiki diri. Kita dapat belajar dari kehidupan Yakub yang selalu berjuang untuk mendapatkan berkat. Yakub berusaha mendapatkan belas kasih dari Allah dengan mengakui kesalahannya dan berusaha hidup dalam kebenaran setelah memperoleh pengampunan.
Pengampunan yang Allah berikan nyata lewat kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus. Sebagai orang yang beriman kepada Tuhan Yesus, kita harus mengucap syukur. Mengucap syukur bukan hanya dengan kata, tetapi terlihat melalui tindakan yang memelihara segala berkat yang telah Tuhan Yesus berikan.