Selasa, 4 Agustus 2020
Renungan Malam
Bacaan Alkitab : 3 Yohanes 1 : 9 – 10
Sejak awal gereja dalam melaksanakan panggilan dan pengutusan sering diperhadapkan dengan masalah dan tantangan. Tidak jarang masalah atau tantangan itu bertujuan untuk menghambat pertumbuhan atau pelayanan gereja. Umumnya masalah dan tantangan yang dialami gereja itu datang dari luar. Sekalipun demikian tidak jarang hambatan itu justru datang dari dalam. Disadari atau tidak hal tersebut pasti menjadi batu sandungan bagi pembangunan tubuh Kristus.
Kenyataan ini yang dihadapi oleh rasul Yohanes. Yohanes begitu gusar melihat perbuatan salah seorang warga jemaat yaitu Diotrefes. Diotrefes tidak mau mengakui Yohanes dan melontarkan kata-kata kasar kepadanya. Bahkan ia tidak mau menerima siapa saja yang ada hubungannya dengan Yohanes. Menghasut agar orang-orang lain tidak menerima para pekabar Injil bahkan mengancam mengucilkan orang-orang yang menerima para pekabar injil tersebut dari jemaat. Sikap dan tindakan Diotrefes jelas tidak sesuai dengan panggilannya sebagai orang percaya. Tindakan dan kata-katanya telah menjadi batu sandungan dalam pekerjaan pekabaran lnjil. Karena itu Yohanes ingin bertemu dan meminta pertanggung jawaban Diotrefes tentang perbuatan dan perkataannya.
Diotrefes adalah contoh buruk bagi gereja dalam panggilannya membangun tubuh Kristus. Setiap orang percaya dalam hidup persekutuan seharusnya tidak mengeluarkan kata-kata kasar bahkan mengancam saudaranya. Karena perbuatan itu pasti menjadi batu sandungan bagi sesamanya untuk datang kepada Tuhan. Seharusnya kita menjadi jalan/alat bagi pemberitaan lnjil dan bagi sesama untuk bertemu dengan Tuhan Yesus dan mengalami keselamatan-Nya.