Minggu, 2 Agustus 2020
Renungan Malam
Bacaan Alkitab : Ulangan 9 : 4 – 6
Kepada orang-orang Israel dan juga kepada setiap orang yang senang membanggakan jasa-jasanya, Tuhan mengingatkan mereka. Tuhan tahu siapa Israel yaitu bangsa yang ‘tegar tengkuk’ (ay.6;13). Bangsa yang susah diatur dan seringkali melawan atau memberontak terhadap Tuhan. Karena itu sebelum memasuki negeri perjanjian, Tuhan dengan keras mengingatkan agar Israel jangan pernah membanggakan diri dengan berpikir bahwa keberhasilan memasuki dan menduduki negeri perjanjian karena jasa-jasa mereka sendiri. Itu bentuk kesombongan dan hidup yang mengingkari fakta kebenaran.
Hidup seperti itu rapuh dan pasti tidak ada ‘damai sejahtera’. Mereka dapat memasuki negeri perjanjian bukan karena jasa Israel tetapi karena (a) kefasikan (kejahatan) bangsa Kanaan (ay.4c,5); (b) janji Tuhan kepada nenek moyang mereka (ay.5) dan (c) anugerah Allah (ay.6). Jelas bahwa tanah perjanjian diberikan bukan sebagai wujud penghargaan atas kebenaran dan jasa-jasa Israel tetapi karena Allah setia pada janji-Nya dan karena anugerah-Nya.
Tuhan menghendaki semua yang percaya menyadari siapa diri mereka dan dengan penuh sukacita selalu hidup bersyukur serta mengasihi Tuhan. Kesombongan itu menyesatkan dan merusak. Sebaliknya damai sejahtera dialami bagi kita yang hidup bersyukur dan mengasihi-Nya dengan sepenuh hati.