Sabtu, 18 Juli 2020
Renungan Malam
Bacaan Alkitab : Daniel 9 : 1 – 19
Suatu hari ada sebuah bus yang barisi banyak penumpang, salah satu penumpangnya tidak ingin terus menjadi penumpang. Ia mengambil alih tempat sang supir, padahal ia sama sekali tidak tahu mengemudi, tidak tahu arah dan tujuan akhir perjalanan, bahkan ia tidak tahu rambu-rarnbu di jalan itu. Akibatnya bus tersebut berjalan tanpa arah, tujuan, kemudian tersesat dan kehilangan kendali. Kira-kira seperti itulah gambaran dosa. Dosa adalah tindakan manusia mengambil alih kendali hidupnya di tangannya sendiri dan bukan kepada penyertaan Allah.
Kisah pembajakan bus seperti di atas pernah terjadi dalam kehidupan bangsa Israel. Seperti dalam teks bacaan kita malam ini. Daniel dalam permohonan doanya kepada Tuhan menujukkan hal itu. Ia mengungkapkan rasa penyesalan akibat bobroknya spiritualitas umat Israel hingga akhimya mereka harus menerima malapetaka dari Tuhan (ay.12). Daniel kemudian memanjatkan doa agar mereka sernua bisa keluar dari malapetaka itu. Doa itu ia panjatkan dengan sungguh dan kesadaran akan keterbatasanya dirinya. Ia menyadari bahwa dosa Israel juga datang dari kelalaiannya sendiri (ay.3-7). Dalam doanya, Daniel menyebut lsrael, umat Tuhan, agar terbebas dari murka Tuhan.
Sebagai umat percaya marilah kita meneladani sikap hidup Daniel yang merendahkan dirl di hadapan Tuhan dan peduli terhadap sesama. Daniel sadar bahwa terkadang kesalahan orang lain adalah bagian dari kelalaian dan kesalahan kita juga. Dari titik inilah, kita datang dan memohon pengampunanNya, agar kita kembali hidup dalam naungan dan anugerah Tuhan. Sehingga kita tidak menjadi sama saperti manusia yang menerobos kursi sang supir lalu tersesat dan hilang kendali. bahkan yang lebih buruk lagi, kita malah ikut mencelakakan orang lain.