MELAWAN LUPA

Kamis, 9 Juli 2020

Renungan Malam

Bacaan Alkitab : Hakim-Hakim 8 : 22 – 27

Semua orang pasti pernah lupa. Lupa bisa disebabkan oleh  berbagai faktor. Ada faktor usia, yakni menurunnya daya ingat.  Ada pula faktor kesengajaan, yakni kurangnya minat untuk  memaknai dan menghargai sesuatu. Alhasil, kita pun enggan  melakukan berbagai upaya baik untuk mencegah maupun untuk  mengatasi lupa.   

Saudaraku, lupa memang manusiawi. Tetapi lupa akan  kebaikan dan ketetapan TUHAN sungguh tidak kristiani. Inilah  yang terjadi dalam kehidupan bangsa Israel di Kanaan.  Keamanan dan kesejahteraan hidup pasca takhluknya bangsa  Midian kepada Israel telah membuat mereka terlena. Bangsa  Israel kini kembali serong hati. Mereka menyembah efod (baju  imam) dari ernas yang dibuat oleh Gideon bin Yoas dan yang  dilemparkannya di Ofra (ayat 27). Israe| juga beribadah kepada  para Baal,yakni dewa-dewi kesuburan Kanaan (ayat 33).   

Sikap Israel yang lupa kepada TUHAN diperburuk dengan sikap lupa akan jasa baik Gideon bin Yoas, hakim yang diutusNya untuk membebaskan mereka. Alhasil, Israel pun tidak  menunjukkan terima-kasihnya kepada keturunan Gideon seimbang dengan apa yang telah dilakukannya kepada mereka   (ayat 35). Hal ini barangkali terjadi karena Gideon sendiri lalai mengingatkan bangsanya untuk hanya beribadah kepada  TUHAN

Saudaraku, kisah ini mengajarkan kita dua hal penting.  Pertama, sikap lupa kepada TUHAN menyebabkan kita mudah berpaling kepada Ilah lain. Kedua, sikap lupa kepada kebalkan sesama juga membuat kita tidak tahu berterima kasih. Lamas  bagaimana caranya supaya kedua hal ini tidak terjadi? Mudah saja. Ingatlah kebaxkan TUHAN setiap waktu. Saksikanlah kebaikan-Nya melalui kata dan perbuatan kepada sesama  Dengan begitu, lupa tidak akan menjadi “penyakit berjangkit”  yang membuat kita menyakiti hati TUHAN dan sesama. Selamat  melawan lupa!