HIDUP BERKENAN KEPADA ALLAH

Jumat, 5 Juni 2020

Renungan Pagi

Bacaan Alkitab : 1 Tesalonika 4 : 1 – 6

Kehendak Allah adalah supaya kita hidup kudus: tidak bercela. Allah yang memanggil, memilih dan menyelamalkan kita itu Mahasuci, Mahakudus dan Mahamulia. Jika seseorang hidup kudus maka Allah selalu tinggal di dalam dan besertanya, bahkan dia selalu di dalam hati dan pikiran Allah.

Hidup kudus adalah kehidupan yang berkenan kepada Allah. Artinya sesuai dengan kehendak Allah, bukan menunut keinginan sendiri, ataupun dunia. Hidup bermasyarakat, memang tidak bebas dari penganuh bunuk. Seperti jemaat di Tesalonika sangat dlpenganuhi oleh perilaku buruk orang-orang yang tidak mengenal Allah. Dalam hidup perkawinan, mereka bertindak mengikuti hawa nafsu. Kalau sudah tidak puas dengan isterinya, suami pergi mencari perernpuan-perempuan lain untuk dirayu dan diperdaya agar dapat melakukan percabulan. Perilaku tukang selingkuh dan kawin serta melakukan percabulan seperti ini merongrong kehidupan jemaat.

Ada warga jemaat yang telah terpengaruh dan mungkin sudah jatuh. Paulus menasihati bahwa sebesar apa pun pengaruhnya, jemaat harus tetap hidup mengikutl nasihat dan petunjuk pastoral yang diberikan. Mereka mesti lebih sungguh-sungguh hidup berkenan kepada Allah dan tetap menjaga kekudusan dalam perkawinan. Hidup dengan satu isteri, setia, jujur dan benar, memperlakukan isterinya dengan baik dan adil, sehingga perkawinan terus berlangsung dalam pengudusan dan penghormatan. Jadi, keluarga akan utuh dan terhindar dari perceraian yang memalukan karena percabulan.

Roh Kudus mengurapi dalam seluruh aktivitas di hari ini agar kita hidup berkenan kepada Allah dan melakukan kehendak-Nya sesual firman-Nya. Kita akan terhindar dari hawa nafsu daging dan perilaku cabul sehingga tubuh ini tetap kudus untuk kemuliaan Allah. Jika tidak, kita akan mendapat balasannya.