Kamis, 28 Mei 2020
Renungan Malam
Bacaan Alkitab : Amos 3 : 13 – 15
Perjanjian Lama memakai istilah “mezbah” sebagai tempat berdoa atau beribadah. Kita membayangkan bila tempat ibadah kita dihancurkan. Pasti sedih dan geram. Namun, hal ini bukan dilakukan oleh manusia tetapi oleh Allah sendiri. Mengapa demikian? Karena umat membelakangi Tuhan. Mezbah di Bethel dibangun sesudah Kerajaan Israel terpecah, masa Raja Salome tahun 932 SM. Bethel adalah tempat suci dimana Tuhan bertemu Yakub. Kerajaan Israel Utara menjadikannya sebagai tempat suci karena menolak beribadah di Yerusalem. Tuhan mengingatkan Kerajaan Yehuda bahwa mereka akan dihancurkan seperti Israel Utara bila tidak bertobat Bait Allah Yerusalem akan dihancurkan seperti Bethel. Tanduk-tanduk sebagai simbol kekuataan ilahi dipatahkan, balai peristirahatan orang kaya dihancurkan dan rumah gedang (yang dihiasi dengan kayu arang) diruntuhkan.
Nabi Amos menentang bahwa umat akan diselamatkan dari bahaya hanya karena mereka adalah umat pilihan Tuhan. Benar, mereka adalah umat pilihan Tuhan. Namun ketika mereka tidak hidup sesuai status mereka. mereka tidak akan dapat diselamatkan sekalipun mereka keturunan Abraham, pribadi pilihan Tuhan. Sebaliknya, hukuman atas mereka justru diperberat Karena sebagai pilihan Tuhan mereka tidak hidup sesuai Hukum Tuhan. Firman ini memperingatkan kita bahwa jika kita meninggalkan Tuhan, maka kila harus segera sadar dan kembali kepada Tuhan. Kita diingatkan bahwa Tuhan memang menghukum kesalahan kita. tetapi Ia merangkul kita dengan kasih bila kita kembali kepada-Nya. Yesus menjadi jaminan hidup baru bagi kita.