Sabtu, 23 Mei 2020
Renungan Malam
Bacaan Alkitab : 1 Korintus 14 : 34 – 39
Akhir-akhir ini kita kerap melihat perbedaan menjadi bahan untuk saling menyalahkan atau merendahkan pihak lain. Kita seringkali menjadi sensitif hanya karena berbeda pendapat, pandangan, ataupun pilihan. Gereja sebagai sebuah organisasi tentu tak luput dari perbedaan-perbedaan yang muncul di dalamnya.
Ada sejumlah masalah yang Paulus ingin atasi di Korintus. Dalam bacaan kali ini, misalnya kita dapat melihat isu mengenai keterlibatan perempuan dalam pertemuan jemaat, isu tentang orang yang mendapat karunia sebagai perantara Firman Allah, juga isu terkait perbedaan karunia. Paulus merasa perlu mengatur agar persekutuan di Korintus menjadi baik. Bagi perempuan yang dalam tradisi masa itu dianggap tidak sopan berbicara di depan umum, Paulus memberikan solusi untuk berbicara melalui suaminya. Bagi mereka yang punya karunia rohani, Paulus mengingatkan agar menyadari apa yang menjadi perintah Tuhan baginya. Begitu pula terkait perdebatan antara karunia roh dan karunia bernubuat. Paulus pun memberikan solusi, kendati di awal ia lebih mengutamakan nubuatan. Paulus tetap meminta jemaat Korintus memberikan kesempatan bagi mereka yang punya karunia berbeda, sehingga keadilan juga terjadi di tengah persekutuan jemaat.
Dari upaya Paulus kita juga bisa bercermin bagaimana gereja masa kini. Seharusnya kita tidak hanya mengkrilik juga menyalahkan peraturan atau pendapat orang lain. tetapi sudah selayaknya kita perlu memberikan solusi bagi kritik kita.
Saat ada yang berbeda peran, pandangan, ataupun pendapat dengan kita, kita tetap harus bersikap adil. Berilah kesempatan orang lain juga menyampaikan pendapat, atau bahkan menunjukan karunia yang dimiliki. Sejatinya bagi Paulus, persekutuan ini milik Allah, dan kita semua adalah milik-Nya, sehingga persekutuan bukanlah untuk orang tertentu. ataupun pihak tertentu saja.