Jumat, 22 Mei 2020
Renungan Malam
Bacaan Alkitab : 1 Korintus 14 : 20 – 25
“Jadilah anak-anak dalam kejahatan!” Potongan ayat ini kesannya tentu mengejutkan jika kita membaca begitu saja. Namun jika kita memahami pesan Paulus secara keseluruhan. tentu dapat memahami pesannya yang begitu mendalam, juga kerinduan Paulus pada jemaat Korintus untuk menjadi semakin baik. Paulus menyadari benar jemaat di Korintus memiliki beraneka rupa pemahaman di dalam iman mereka. Sebagai orang-orang yang baru percaya kepada Kristus tentunya masih perlu dibina. Paulus pun harus empat kali menyurati jemaat unluk menanggapi masalah yang terjadi di tengah jemaat Korintus.
Membaca ayat hari ini masih berada di dalam cerita perdebatan jemaat mengenai mana yang lebih penting. karunia roh ataukah karunia nubuatan. Paulus menegaskan bahwa tidak perlu terkagum-kagum kepada karunia roh Iayaknya seorang anak-anak. Namun sebaliknya, jemaat perlu terlibat lebih jauh dalam menyampaikan cerita tentang Allah. Paulus tidak meminta jemaat menjadi nakal seperti anak-anak. Menjadi anak-anak dalam kejahatan berarti tetaplah kreatif juga menghadapi rupa-rupa ajaran di luar lnjil Kristus. Lebih dari itu, Paulus mengharapkan jemaat juga menjadi dewasa dalam pemikiran, artinya. fokuslah pada pemberitaan karya keselamatan Kristus. Harapan yang sama akan muncul bagi kita yang hadir di tengah-tengah persekuiuan dan berperan aktif dalam upaya membangun jemaat. Masing-masing kita diharapkan untuk tetap kreatif dalam pelayanan. Kita juga perlu menyiasati menghadapi tantangan masa kini seperti media sosial, kabar hoax, ataupun kemajuan teknologi.
Di dalam persekutuan juga kita periu senantiasa dewasa dan terbuka. Kita periu tahu apa yang menjadi prioritas dalam pelayanan kita sesuai dengan lokasi dan keadaan kita masing-masing. Setiap tempat punya pergumulan sekaligus sukacita berbeda yang harus kita hadapi bersama Kristus.