Senin, 11 Mei 2020
Renungan Malam
Bacaan Alkitab : 1 Korintus 6 : 17 – 20
Adalah karunia yang sangat berharga ketika kita dapat hidup bersatu serta menjadi anggota tubuh Kristus yang suci (ay.15). Kepada Kristus kita telah mengikatkan diri dan bersatu dengan-Nya secara rohani (ay.17). Penyatuan tersebut memungkinkan diri kita menjadi rumah atau tempat tinggal bagi Roh Kudus karena hidup dan tubuh ini tetah menjadi milik-Nya (ay. 19). lalah yang telah memiliki hidup dan tubuh ini karena Kristus telah membeli dengan lunas (ay.20). Dengan demikian, sesungguhnya kita sudah tidak bebas lagi dengan tubuh kita ini. ltu sebabnya Paulus ingatkan, “jangan sekali-kali berbuat cabul” (ay.18). Perbuatan cabul merupakan perbuatan yang mencelakai diri sendiri karena sengaja membawa dirinya yang adalah rumah bagi Roh Kudus untuk dinodai alau dicemari dosa. Percabulan adalah tindakan merampas dan memberontak terhadap sesuatu yang bukan milik kita, yakni tubuh, sekaligus pengkhiatan terhadap sikap yang telah menyerahkan hidup untuk bersatu dengan Kristus. Inilah yang dimaksud dosa terhadap dirinya sendiri.
Metafora (perumpamaan) “Allah sudah membeli kalian dan sudah membayarnya dengan lunas” (ay.20. BIMK) lebih menekankan bahwa hidup orang Kristen seutuhnya kini adalah milik Allah. Hidup dengan tubuh dan kehidupan milik Allah maka kewajiban kita hanyalah memuliakan sang pemilik dengan tubuh ini. Tubuh yang telah menjadi bait Roh Kudus mengungkapkan perkenanan Allah tinggal dalam diri kita. Pemikiran ini menjaga kita untuk senatiasa berada dalam kesadaran (Jawa: eling) menjaga kesucian tubuh dalam relasi dengan Allah, sehingga dengan tubuh itu, kita hidup menghormati Allah. Pemikiran ini juga menjadi refleksi dalam relasi hidup suami-isteri. Masing-masing, suami-isteri memelihara kesucian tubuh untuk menghomati kesucian perkawinannya.