Rabu, 1 AprilĀ 2020
Renungan Pagi
Bacaan Alkitab : Lukas 13 : 31 – 35
Sudah menjadi kenyataan bahwa tempat-tempat dimana lahir pencerahan dan simbol-simbol yang mendekatkan kepada Tuhan kini menjadi tempat dimana kekacauan seperti sulit beranjak. Keluhan Yesus kepada kota Yerusalem adalah bagian dari berubahnya kota Tuhan menjadi kota dimana pembunhan terjadi dan suara kebenaran dibungkam. Yesus berhadapan dengan nama Herodes yang disebutkan menyuruh-Nya pergi dari Yerusalem dan sekaligus menghentikan pelayanan-Nya. Namun demikian, Yesus tetap mengusir setan dan menyembuhkan orang serta terus melakukan perjalanan pelayanan-Nya. Jawaban Yesus kepada kaum Farisi menggambarkan bahwa IA tidak takut digertak dan akan seperti biasa melanjutkan pekerjaan-Nya sampai pekerjaan itu disudahi atau ketika pekerjaan-Nya sudah sungguh-sungguh mencapai tujuannya. Yesus akan tetap melanjutkan pekerjaan-Nya sampai hari yang ditentukan oleh Allah akan tiba di Yerusalem. Yesus tidak terpengaruh dengan nama Herodes entah disebutkan sebagai pemberitahuan, peringatan atau penolakan terhadap Yesus.
Gereja atau persekutuan juga adalah tempat dimana nilai-nilai kebenaran dan kebaikan yang mendekatkan kepada Tuhan sekarang juga menjadi tempat dimana kekacauan sepertinya lebih betah. Pada akhirnya Gereja berubah menjadi kacau karena “nama penguasa” dunia atau sering disebut Gereja. Itulah tantangan ketika kekuasaan menjadi bagian kehidupan beragama dan bergereja dimana kebaikan dan kebenaran dianggap sebagai musuh dari yang menguasai. Pelayanan Yesus tetap berlanjut walaupun dalam ancaman menjadi teladan bagi para pelayan bahwa pelayanan tetap harus berjalan walaupun nama penguasa sering disebutkan sebagai peringatan ataupun teguran. Pelayanan harus terus berlangsung karena banyak yang membutuhkan pertolongan, penyembuhan dan pendampingan. Mereka adalah orang-orang yang tidak dilayani oleh penguasa-penguasa seperti Herodes. Terus dan tetaplah melayani dengan kuasa Tuhan untuk berhadapan dengan yang sok kuasa.