MENJAGA KEKUDUSAN TUHAN

Rabu, 18 Maret 2020

Renungan Pagi

Bacaan Alkitab : Bilangan 4 : 17 – 20

Yang namanya Kudus atau Suci sudah seharusnya dijaga, dilindungi dan dihormati, apalagi menyangkut keyakinan yang berhubungan dengan ilah atau benda-benda yang dianggap kramat. Tidak menghormat pasti ada dampaknya bagi siapapun yang melanggarnya: sakit atau meninggal. Bagaimana kalau itu menyangkut kekudusan Tuhan?

TUHAN itu kudus, karena Dia kudus maka segala yang berhubungan dengan Dia harus dihormati, – termasuk barang-barang yang dikhususkan bagi-Nya. Salah satu sub suku Lewi, yaitu orang Kehat mendapat tugas menjaga dan mengangkat barang-barang maha kudus (ay.4,15). Pantangannya mereka tidak boleh melhat barang-barang kudus. Pekerjaan tersebut membutuhkan ketaatan dan takut akan Tuhan,  jika tidak hukumannya adalah mati (ay.15, 19, 20). Pengkhususan orang Kehat menjaga barang-barang kudus tidak lain agar umat Tuhan memiliki rasa hormat kepada-Nya. Umat Tuhan dalam menjumpai dan beribadah pada Tuhan perlu menjaga kesopanan terhadap perangkat-perangkat yang ada dalam kemah suci.

Sebagai orang percaya dalam kekinian, masihkah kita memiliki rasa hormat kepada-Nya? Harus. Caranya menjaga sikap dan perilaku ketika berhubungan dengan nama-Nya. Gedung gereja adalah tempat memuliakan nama-Nya sangat penting untuk menjaga kebersihannya. Alkitab yang berisi Firman-Nya sangat penting dibaca dan dirawat serta inventaris yang dimiliki gereja harus dipelihara (tidak boleh diambil untuk kepentingan sendiri). Semua yang ada di gereja adalah milik Tuhan yang harus dijaga keberadaannya. Jelasnya bahwa kekudusan Tuhan tidak boleh dipermainkan siapapun juga (Gal. 6 : 7).