IDENTITAS KELOMPOK HARUS TUNDUK PADA ATURAN TUHAN

Senin, 16 Maret 2020

Renungan Pagi

Bacaan Alkitab : Bilangan 2 : 1 – 17

Identitas kelompok adalah identitas yang dimiliki oleh anggota-anggota kelompok yang dibangun karena adanya pertalian saudara, kesamaan pikiran dan cita-cita serta hasil interaksi satu sama lain yang kemudian di simbolkan melalui banyak sarana, seperti; bendera, menamai kelompok dengan singkatan, dan lain-lain. Keberadaan identitas kelompok akan sangat baik apabila mempunyai tujuan dan mrisi yang dlatur dan ditaati setiap anggota kelompok tersebut.

Tuhan memerintahkan Musa agar setiap orang Israel berkemah dekal panji-panjinya (=menandai keluarganya) dan menurut lambang suku-sukunya (=tanda keluarga ayah), mengapa demikian? Tidak lain agar setiap suku Israel dengan mudah melihat dan menemukan perkemahannya tanpa kuatir tertinggal ketika diperintahkan Tuhan untuk meneruskan perjalanan. Selain itu juga agar setiap suku Israel dapat diorganisir dengan memusatkan semua pada kemah Suci yang adalah simbol kehadiran Tuhan ditengah~tengah mereka. Tuhan melakukan semuanya supaya segenap umat Israel tidak lagi berjalan menuruti kehendaknya. Melalui perintah Tuhan ini, setiap suku-suku Israel harus tunduk dan taat hanya kepada-Nya, hal itu terlihat ketika setiap suku mengelilingi kemah pertemuan. Dengan cara itu juga, kehidupan umat Israel hanya terpusat pada Tuhan yang memelihara dan menjaga dalam perjalanan menuju tanah perjanjian.

Dalam kehidupan bergereja dijumpai banyak warga jemaat yang berlatar belakang suku, budaya dan adat istiadat yang berbeda-beda. Apabila perbedaan ini selalu dipakai untuk menonjolkan identitasnya masing-masing, maka kehidupan berjemaat pasti akan terganggu dan seterusnya akan menimbulkan perpecahan. Karenanya, apapun latar belakang kita sebagai warga jemaat harus tunduk dan taat pada kehendak Tuhan melalui aturan-aturan yang sudah disepakati. Jadikan Firman Tuhan sebagai lambang dan panji kita untuk saling menasihati, satu tujuan dan satu jiwa (Filipi 2). Identitas kita adalah Keluarga Allah (Ef. 2:19 ; Fil. 3:20).