PKFP GPIB MI Gandeng BNN Ajak PA dan PT Jadi Relawan Anti-Narkoba

Oleh Yolla Mintalangi

Jakarta, GPIBMI – Penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja tidak bisa dianggap sepele. Ini merupakan masalah yang kompleks karena tidak hanya menyangkut dirinya sendiri tetapi juga melibatkan banyak pihak. Diantaranya keluarga, lingkungan tempat tinggal, lingkungan pendidikan, teman sebaya, tenaga kesehatan, serta aparat hukum. Baik sebagai faktor penyebab, pencetus ataupun yang menanggulangi.

Berdasarkan permasalahan tersebut, POKJA Kelompok Fungsional-Profesional (PKFP) GPIB Menara Iman menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) mengajak anggota Pelayanan Anak (PA) dan PT (Persekutuan Teruna) menjadi relawan anti-narkoba.

Ajakan ini dihelat dalam bentuk seminar bertajuk pada “Bahaya Penyalahgunaan Narkoba dan Pencegahannya Untuk Remaja Kristen: Say No To Drugs”. Acara ini diadakan di Gedung Pertemuan GPIB Menara Iman, Minggu (12/8/2018).

Materi seminar tersebut dibawakan oleh IR.Pinondang Poltak M.L Tobing,MSi selaku penyuluh narkoba madya P4GN Dit Diseminfo Deputi Bidang Pencegahan.

Seminar ini pun disambut antusiame dan respon baik oleh anak-anak PA, PT, dan dukungan dari pihak para orang tua juga.

Meskipun beberapa anak-anak PA dan PT masih bingung dengan materi seminar ini, mereka tetap memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, seperti memerhatikan materi dan persentasi yang disampaikan dari pihak BNN.

Reaksi dan ekspresi dari anak-anak PA dan PT pun terlihat setelah menyaksikan beberapa cuplikan video tentang bahaya penyalahgunaan narkoba dan usai menyimak dari apa yang disampaikan oleh pihak BNN.

Hal itu menunjukkan bahwa mereka mulai memahami betapa bahayanya penyalahgunaan narkoba.

IR.Pinondang Poltak M.L Tobing,MSi mengatakan tingkat kematian pengguna narkoba saat ini menurun dari 2,8 persen menjadi 2,4 persen.

Ia juga mengatakan hingga saat ini setiap harinya masih terjadi sekitar 40-50 orang meninggal dan setiap tahun sekitar 12.000 sampai 14.000 orang meninggal akibat narkoba.

“Korbannya remaja sampai dewasa, tapi yang remaja sedikit, sedangkan dewasa itu sekitar 40 persen, seperti mahasiswa dan tenaga produktif, “ kata IR.Pinondang Poltak M.L Tobing,MSi saat diwawancarai usai membawakan materi pada seminar tersebut.

Sementara, Dkn. Steven Albert Mekel,SH,MH sebagai ketua pelaksana mengatakan tujuan diadakannya seminar ini agar remaja Kristen dan anak-anak Kristen, khususnya anak-anak PA dan PT bisa mengenal dasar-dasar bahayanya narkoba dan disampaikan langsung dari pakarnya, seperti BNN.

Ia juga mengharapkan agar remaja Kristen di GPIB Menara Iman mengetahui bahayanya penyalahgunaan narkoba dan cara penanggulangannya.

Selain itu, ia juga menekankan bahwa orang tua harus lebih berhati-hati untuk menerangkan segala sesuatu kepada anaknya, agar tidak sembarangan menerima segala sesuatu berupa uang atau mengantarkan barang tersebut.