JANGAN MENIPU TUHAN

Rabu, 3 Agustus 2022

Renungan Pagi

Bacaan Alkitab : Maleakhi 3 : 6 – 9

Ada kisah lama tentang persembahan kepada Tuhan. Ada seseorang yang berdoa kepada Tuhan meminta agar usahanya diberkati. Ia berjanji, kalau doanya dikabulkan dan usahanya berhasil, ia akan memberikan seluruh hasil pertamanya pada Tuhan. Tuhan mendengar doa orang itu dan mengabulkannya. Usahanya berhasil dan menghasilkan banyak harta kekayaan. Setelah itu ia teringat janjinya pada Tuhan. Ia mulai menghitung-hitung dan menyimpulkan bahwa sangat banyak yang harus diberikan pada Tuhan dan ia tidak rela. Kemudian ia membuat siasat, karena waktu itu mata uang yang ada masih dalam bentuk logam, ia kemudian datang kepada Tuhan dan mengatakan bahwa semua akan ia berikan kepada Tuhan dengan cara melempar semua yang ia peroleh dalam bentuk uang logam itu ke atas. Jika uang yang tetap ada di atas akan menjadi milik Tuhan, sedangkan uang yang jatuh ke tanah tetap menjadi miliknya. Kita semua dapat menebak, sema uang jatuh ke tanah dan ia tetap memiliki uang tersebut. Kisah ini menggambarkan bahwa terkadang karena keserakahan, manusia berusaha melakukan tipu muslihat bahkan berusaha menipu Tuhan.

Tuhan Mahatahu. Ia tahu segalanya dan tidak ada yang bisa disembunyikan. Bangsa Israel digambarkan menyembunyikan sesuatu dari Tuhan berkaitan dengan persembahan persepuluhan dan persembahan khusus. Mereka tidak jujur dalam memberi persembahan kepada Tuhan. Hal ini mengecewakan Tuhan. Tuhan menyadarkan dan mengingatkan bahkan memberi kesempatan namun tidak mereka gubris. Mereka tetap melakukan kejahatan. Ini membuktikan betapa bebalnya mereka kepada Tuhan.

Mari belajar dari kisah ini untuk tidak pernah menipu Tuhan, karena Tuhan tidak dapat kita tipu. Ia tahu segalanya bahkan apa yang kita pikirkan atau kita rancangkan.