APAKAH TUHAN MEMBIARKAN PERBUATAN DOSA?

Selasa, 2 Agustus 2022

Renungan Pagi

Bacaan Alkitab : Maleakhi 2 : 17 – 3 : 4

Abraham Maslow, seorang psikolog Amerika dalam penelitiannya menghasilkan karya tentang Teori Hierarki Kebutuhan manusia yang juga dikenal sebagai Teori Maslow. Berdasarkan teori ini, disebutkan bahwa salah satu kebutuhan dasar manusia adalah memperoleh penghargaan dari orang lain. Untuk memperoleh penghargaan, seorang individu akan berusaha selalu dilihat baik tanpa cacat atau kekurangan. Dampak dari hal tersebut, terkadang seseorang akan menutupi kesalahan yang dibuat dengan tidak mengakuinya.

Hal ini yang tampaknya dilakukan oleh orang yang mempertanyakan pernyataan bahwa ia menyusahkan Tuhan. Orang tersebut tampak mempertanyakan pernyataan tersebut sebagai bentuk penyangkalan atas apa yang sebenarnya telah dilakukan. Jika kita membaca kitab Maleakhi ini, kita dapat menyimpulkan bahwa orang tersebut menunjuk pada bangsa Israel sebagai penerima pesan ini. Apa yang dilakukan bangsa Israel sebagai umat Tuhan, seringkali juga dilakukan banyak orang untuk menutupi kesalahan dan selalu menganggap dirinya benar termasuk umat Tuhan. Padahal kita semua tahu bahwa baik orang Israel maupun kita semua manusia adalah orang-orang yang seringkali melakukan kesalahan dan dosa selama masih hidup di dunia.

Namun kita melihat bahwa Tuhan tidak pernah membiarkan siapapun umat-Nya apalagi mereka para imam yang merupakan pemimpin umat melakukan dosa. Tuhan akan datang menyucikan mereka seperti tukang pemurni logam (Mal 3: 2). Hal ini menjadi jawaban atas sikap bangsa Israel terhadap para imam yang berbuat dosa tersebut.

Apa yang disampaikan Tuhan kepada bangsa Israel menjadi pelajaran buat kita semua bahwa Tuhan tidak pernah kompromi dengan dosa. Ia tidak akan pernah membiarkan umat-Nya terus berbuat dosa. Ia akan menyatakan penghukumannya bagi setiap orang yang berbuat dosa sesuai dengan cara-Nya.