JANGAN MENGHAKIMI

Jumat, 29 Juli 2022

Renungan Pagi

Bacaan Alkitab : Roma 14 : 1 – 4

Ketika berbicara mengenai jangan menghakimi, Yesus dalam Matius 7 : 3 mengatakan: “Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?” Memang mudah melihat kelemahan dan kekurangan orang lain. Hal ini terkadang menjadi senjata untuk melawan bahkan menghakimi orang tersebut.

Jemaat Roma terdiri dari orang Yahudi dan Non-Yahudi. Keduanya memiliki budaya dan adat yang memengaruhi pola hidup mereka. Persoalannya, yang seorang yakin bahwa ia boleh makan segala jenis makanan, tetapi orang yang lemah imannya hanya makan sayur-sayuran saja (ay. 2). Perbedaan ini, menimbulkan perselisihan di antara mereka. Oleh sebab itu, Rasul Paulus katakan bahwa siapa yang makan, janganlah menghina orang yang tidak makan, dan siapa yang tidak makan, janganlah menghakimi orang yang makan, sebab Allah telah menerima orang itu (ay. 3). Rasul Paulus menegaskan bahwa baik yang makan maupun yang tidak, janganlah saling menghina dan menghakimi

Seringkali, perbedaan dapat memicu perselisihan di antara sesama jemaat. Ketika, masing-masing menganggap dirinya atau kelompoknya paling benar, maka dapat menimbulkan perpecahan dalam jemaat. Sebab itu, kata “terimalah” pada ayat 1, hendak menekankan bahwa perbedaan itu selalu ada di antara kita, dan karena itu, terimalah perbedaan itu sebagai bagian penting untuk saling melengkapi. Lebih lanjut, kesadaran bahwa kelebihan dan kekurangan dimiliki oleh setiap orang, maka tidak ada seorang pun yang dapat menjadi hakim atas orang lain. Karena itu, apapun vang dilakukan bukan untuk menyenangkan hati manusia, melainkan lakukanlah itu untuk Tuhan.