TETAPLAH SETIA

Selasa, 19 April 2022

Renungan Pagi

Bacaan Alkitab : Yohanes 21 : 1 – 14

Rasa sedih dan kecewa atas kenyataan sulit/susah yang dihadapi, membuat kita cenderung untuk memutuskan kembali ke masa lalu. Harapannya adalah kita dapat mengatasi kesulitan dan masalah hidup yang dihadapi. Padahal keraguan akan penyertaan Yesus, yang membuat kita kembali ke masa lalu, tidak akan membuahkan hasil apa pun. Petrus dan enam teman lainnya kembali ke pekerjaan lama sebagai penjala ikan di danau Tiberias. Yesus memanggil mereka dari pekerjaan sebagai penjala ikan menjadi penjala manusia, namun kesedihan, kekecewaan dan keraguan atas kebangkitan Yesus, telah membuat mereka memutuskan kembali menjadi penjala ikan.

Semalaman mereka bekerja menjala ikan, tetapi sia-sia. Para nelayan itu tidak berhasil menangkap seekor ikan pun. Yesus yang telah bangkit dan hidup tidak membiarkan para murid-Nya tambah kecewa dan sedih karena sia-sia bekerja. Ketika hari mulai siang, Ia menjumpai mereka dalam kesedihan dan kegagalannya. Ia tahu mereka tidak berhasil, tetapi Ia tetap bertanya ‘…adakah kamu mempunyai lauk pauk?’ Dengan kalimat lain, ‘apakah kamu berhasil menangkap ikan?’ Mereka menjawab tidak ada; maka Yesus memerintahkan untuk ‘tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu maka kamu akan peroleh.’ Mereka mematuhi perintah-Nya dan berhasil menangkap banyak ikan. Mujizat ini membuat Yesus dikenali oleh murid yang dikasihi-Nya, dan berkata, “Itu Tuhan!” Petrus kemudian diikuti para murid lain menjumpai Yesus yang sedang menyiapkan jamuan (sarapan) bagi mereka.

Di dalam situasi apa pun, jangan pernah kembali ke masa lalu karena hal tersebut tidak akan meniadi solusi yang lebih baik. Namun sekalipun kita memutuskan untuk kembali juga, percayalah Tuhan Yesus akan mencari, menjumpai dan menyatakan mujizat-Nya, agar kita kembali mengaku dan menjadi saksi-Nya