Kamis, 7 April 2022
Renungan Pagi
Bacaan Alkitab : Habakuk 3 : 17 – 19
Bersyukur adalah sebuah ungkapan iman karena mengakui apa yang ada pada kita saat ini berasal dari Tuhan. Bersyukur selalu diungkapkan dalam bentuk kata-kata (doa atau pujian) bisa juga dalam bentuk perbuatan dengan memberikan sesuatu sebagai persembahan. Bersyukur bukan sekadar ucapan terima kasih karena mendapatkan sesuatu, namun sebagai sikap yang menunjukkan kerendahan hati dan mengakui bahwa Tuhan itu berkuasa dan akan mendatangkan sejahtera. Karena itu, bersyukur bukanlah perkara yang mudah untuk dilakukan, tetapi harus dinyatakan dengan tulus dan jujur serta mau mengakui semua yang ada pada kita adalah pemberian Tuhan.
Habakuk sebagai seorang nabi Allah telah memberitakan tentang nubuatan atas orang-orang Kasdim, bahwa Tuhan sendiri akan membalas apa yang mereka lakukan terhadap Umat Israel. Kini di bagian penghujung tulisannya ini, Habakuk memberitakan situasi yang sedang dihadapinya, sekaligus menyatakan pengakuannya atas semua yang dihadapi dengan sebuah ungkapan syukur atas tindakan Tuhan. Bagi Penulis, apa yang sedang dan akan dihadapinya -sekalipun membawanya pada situasi yang tidak nyaman ia tetap bersukacita. Bersukacita karena Allah adalah penyelamat dan sumber pengharapannya.
Minggu Prapaskah merupakan peristiwa yang mengingatkan kita semua bahwa sekalipun Yesus harus mati di kayu Salib, namun tetapi kematian-Nya membuka jalan buat kita untuk dapat menikmati pengampunan dan keselamatan dari Allah. Karena itu. selalu mengucap syukur kepada Dia dalam segala hal. Artinya kita bersyukur bukan hanya dalam keadaan senang, tetapi dalam keadaan susah atau berduka sekalipun.