MENGHALANGI ANAK-ANAK DATANG KEPADA YESUS

Sabtu, 2 April 2022

Renungan Pagi

Bacaan Alkitab : Matius 19 : 13 – 15

Yesus tidak menggunakan kata melarang anak-anak datang kepada-Nya, tetapi memakai kata: menghalang-halangi. Melarang seringkali dibuat dengan sengaja, dan hampir pasti tidak ada orang tua yang tidak menyetujui anak-anaknya datang kepada Yesus. Bahkan justru sebaliknya, banyak orang tua yang menganjurkan anak-anaknya datang kepada Yesus. Tetapi menghalang-halangi dibuat dengan tidak sengaja atau tanpa sadar. Memang sering anak-anak gagal datang kepada Yesus, karena kita mengabaikan sebuah nilai penting dalam kehidupan, yang diajarkan Tuhan.

Biasanya menghalang-halangi anak-anak datang kepada Tuhan, karena tanpa sadar melalui tingkah Iaku dan perbuatan, kita telah membuat Kristus menjadi tokoh yang tidak menarik bagi mereka. Bahkan kita menempatkan tokoh-tokoh tertentu yang jadikan idola di dalam keluarga atau tokoh-tokoh yang menjadi idola bagi anak-anak dalam mengenal pertembuhan mereka. Kita juga bisa melakukan hal itu dengan cara mengabaikan kehidupan religius anakanak dalam mengenal Tuhan mereka.

Kita bisa menghalang-halangi anak-anak kita dengan cara tidak serius dengan Firman Allah. Akibatnya kita memutuskan hubungan anak-anak dengan Tuhan. Ketidak-tertarikan kita kepada Tuhan secara tidak sadar telah membendung anak-anak untuk mengenal dan mencintai Tuhan dengan baik. Pekerjaan pelayanan hanyalah sisipan atau tambahan belaka sebab kita berkonsentrasi penuh ke berbagai bidang kehidupan yang lebih menguntungkan dan menjanjikan masa depan. Melepaskan anak-anak dan menelantarkan mereka di dalam memilih apa yang mereka inginkan tanpa tuntunan sama sekali dari orang tua, sehingga Kristus tidak menarik bagi mereka. Menganjurkan anak-anak untuk menaati Firman Allah, sementara sebagai orang tua kehidupan kita sama sekali tidak diwarnai oleh Firman Allah. Dalam kondisi seperti itu tanpa kita sadar kita telah menghalang-halangi anak-anak kita datang kepada Yesus.