NIKMATI PROSESNYA

Rabu, 16 Maret 2022

Renungan Pagi

Bacaan Alkitab : Markus 8 : 22 – 26

Mujizat penyembuhan orang buta di Betsaida terjadi secara bertahap, tidak seperti yang lumpuh langsung berjalan, yang tuli langsung mendengar atau yang buta langsung celik dan dapat melihat. Waktu orang buta itu dibawa oleh teman-temannya kepada Yesus, mereka berharap bahwa Yesus akan segera menyembuhkannya namun Yesus membawa orang buta itu keanr kampung. Yesus meludahi mata orang itu dan meletakkan tangan atasnya. Yesus pun bertanya: “Sudahkah kaulihat sesuatu?” Ah, ternyata penglihatan orang itu masih samar-samar, belum terlihat jelas. Kemudian, saat Yesus meletakkan tangan-Nya yang ke dua kali, barulah orang buta itu dapat melihat dengan jelas.

Di zaman instan ini, banyak orang menginginkan sesuatu yang serba cepat, serba enak tanpa memakan waktu dan proses. Banyak yang ingin sekuat baja tetapi enggan ditempa. Banyak yang ingin secemerlang emas tapi tak mau dilebur. Banyak yang ingin berguna di dunia tapi malas berbagi. Banyak yang ingin mengasihi tapi enggan mengampuni. Banyak yang ingin menjadi baik tetapi enggan berbuat benar. Banyak yang ingin menjadi pahlawan tapi enggan berkorban. Banyak yang ingin menuai tapi enggan menabur.

Oleh karena itu, kita seharusnya bersedia untuk bersabar dan tetap bersyukur ketika berada dalam sebuah proses. Mungkin proses itu tidaklah terasa nyaman, bahkan sakit. Mungkin proses itu tidak mudah malah berat dan sulit, tetapi itulah masa-masa kita ditempa dan dibentuk oleh Tuhan. Karena itu, bersyukurlah jika kita sedang berada dalam proses pembentukan Tuhan. Belajarlah untuk taat dan mengampuni, untuk legawa sambil terus bersyukur dalam kondisi apapun serta nikmatilah prosesnya. Suatu ketika, kita akan tersenyum melihat transformasi diri yang berjalan baik menuju kesempurnaan.