SYARAT MEMPEROLEH KEMENANGAN

Rabu, 23 Februari 2022

Renungan Pagi

Bacaan Alkitab : Yosua 8 : 1 – 13

Jika kita gagal di dalam kerja dan pelayanan, baik sebagai pribadi, keluarga pun persekutuan, padahal sudah mengatur semuanya dengan baik, maka jangan cepat berputus asa. Kita perlu berdoa dan bertanya kepada Tuhan, serta mengoreksi diri. Mungkin ada kesalahan atau dosa yang kita, anggota keluarga atau anggota persekutuan lakukan. Jika kita temukan, maka yang melakukan kesalahan mesti meminta ampun pada Tuhan. Jangan melibatkannya iagi di dalam kerja layan yang kita Iakukan.

Yosua dan bangsa Israel dikalahkan oleh raja Ai dan para tentara-nya, ketika pertama kali mereka menyerang kota Ai. Ini disebabkan oleh dosa dan kejahatan Akhan. Ia mengambil dan menyembunyikan barang berharga yang dikhususkan kepada Tuhan. Tuhan murka. Setelah Akh‘an dan seisi keluarganya dibinasakan di lembah Akhor barulah surut murka Tuhan. Yosua kembali diperintahkan Tuhan untuk maju dan mengalahkan Ai. Pasukan Israel dibagi dua. Tiga puluh ribu pahlawan gagah perkasa bersembunyi di belakang kota Ai. Sedangkan Yosua bersama lima ribu tentara memancing raja Ai dan tentaranya untuk keluar dan mengejar mereka seperti pertama kali saat dikalahkan. Ketika raja dan tentara Ai mengejar, Yosua beserta tentaranya lari. Raja dan tentara Ai yang terpancing terus mengejar Yosua maupun tentaranya. Barisan besar yang bersembunyi di belakang kota, lalu memasuki kota Ai dan menghancurkannya. Strategi itu disampaikan oleh Tuhan dan Yosua mematuhinya.

Jika kita bersih dari kejahatan dan dosa, maka Tuhan akan menyampaikan hal-hal yang ajaib, termasuk strategi terbaik untuk mengalahkan tantangan serta musuh. Kita akhirnya menjadi berhasil dalam segala usaha yang dikerjakan. Karena itu, jangan biarkan kejahatan dan dosa seseorang merusak kerja, pun usaha layan kita. Selesaikanlah dengan meminta ampun pada Tuhan, maka Dia akan memberi kita kemenangan dalam segala hal.