Sabtu. 19 Februari 2022
Renungan Pagi
Bacaan Alkitab : Yakobus 3 : 16 – 18
Dalam kehidupan selalu ada dua sisi yang berlawanan. Baik-buruk, sehat-sakit, tinggi-pendek, dsb. Dua sisi yang menjadi penilaian bagian kehidupan manusia. Dua sisi yang bisa dialami. Satu sisi dinilai bisa membuat menjadi lebih baik atau sisi lain yang dinilai menjadi tidak baik. Kedua sisi ini mempengaruhi kehidupan. Jika tertuju pada hal baik, maka baiklah dampak keadaan yang dialami. Sebaliknya, jika tertuju pada hal-hal yang tidak baik, maka semuanya bisa berdampak menjadi tidak baik.
Dampak dari hikmat yang dimiliki umatjuga mempengaruhi. Yakobus mengingatkan bahwa hikmat yang ada dalam diri umat dapat dikuasai oleh hikmat dari Tuhan atau diri sendiri. Dampak yang terjadi jika hikmat berasal dari diri sendiri adalah iri hati dan mementingkan diri sendiri. Akibatnya kekacauanlah dan segala macam perbuatan jahat yang akan terjadi (ay.16). Sebaliknya jika seseorang memiliki hikmat Allah maka yang dinyatakan adalah hal-hal baik. Pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan menghasilkan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik (ay. 17). Yakobus menegaskan bahwa hikmat yang dimiliki manusia tergantung dari diri manusia itu sendiri. Apakah diri ingin dikuasai oleh hikmat Tuhan atau hikmat diri sendiri. Kita yang ingin selalu berada dalam kedamaian dan cinta kasih, maka hikmat Tuhan yang berkuasa dalam diri, “ditaburkan dalam damai untuk mereka yang mengadakan damai” (ay.18).
Pagi ini mari kita mulai dengan kebaikan dan kebenaran seturut kehendak Tuhan. Jadikan hikmat Tuhan berkuasa dalam diri. Nyatakan segala kehendak-Nya melalui diri kita. Jangan hikmat diri menjadi pilihan dan menguasai setiap gerak kehidupan. Mintalah Tuhan memampukan dan memberi Hikmat-Nya hadirdan menguasai diri.