KASIH ALLAH TAK TERBATAS

Rabu, 2 Februari 2022

Renungan Pagi

Bacaan Alkitab : Lukas 14 : 1 – 6

Ada karya layan yang tak kenal waktu, malah kadang-kadang tidak bisa ditunda. Itu pernah terjadi, ketika Yesus sedang menghadiri undangan makan dari salah seorang petinggi orang Farisi. Tiba-tiba datang seorang yang sakit busung air. Yesus paham betul peraturan tentang hari Sabat. Ia lalu berdialog, “Apakah boleh menyembuhkan orang pada hari Sabat?” Namun demikian, orang Farisi diam saja. Yesus lalu memegang tangan orang sakit itu. Ia menyembuhkannya dan menyuruhnya pergi.

Saudaraku, Yesus bukan melanggar aturan dan petinggi-petinggi Yahudi. Yesus menghargainya, karena itu Dia bertanya (ayat 3), ketika ada orang yang membutuhkan uluran kasih Allah untuk disembuhkan. Dengan menolong, Yesus nampaknya mau menunjukkan tiga hal. Pertama, kasih Allah tak bisa dibatasi. Kedua, orang yang sakit tersebut sangat membutuhkan pertolongan kesembuhan. Ketiga, jangan menunda untuk berbuat baik bagi orang yang berhak menerimanya.

Saudaraku, kita memang tak punya kuasa untuk menyembuhkan, tapi bisa mendoakan atau sedikit meringankan beban orang yang sakit dengan memberi bantuan. Mengapa tidak? (Amsal 3 : 27,28). Jangan pernah batasi kasih Allah dengan alasan apapun. Kita dipanggil serta diutus, seperti Yesus yang menolong dan memulihkan mereka yang lemah pun sakit. Ada yang lemah fisik. Ada yang lemah secara ekonomi. Ada yang sakit parah. Ada yang sakitnya sudah menahun. Saudara-saudara itu membutuhkan kasih dan perhatian kita. Apa yang bisa kita bantu, Iakukanlah dalam kasih Kristus. Betul kita tidak bisa membuat mujizat seperti Yesus. Walaupun demikian, perhatian dan doa kita sangat berarti. lngatlah, bahwa kasih Allah dapat menjangkau semua hal.

Saudaraku, dalam kasih dan kemurahan Allah, kita diberi kesehatan yang prima, yang memungkinkan untuk melakukan banyak hal. Mari melayani. Jangan membatasi kasih Allah bagi banyak orang dengan berbagai alasan. Karena itu, biarlah kita menjadi penerus kasih Allah yang tak terbatas.