Rabu, 19 Januari 2022
Renungan Pagi
Bacaan Alkitab : Matius 5 : 21 – 22
Hidup dalam Tuhan Yesus harus membuat kita taat pada Allah. Tidak semudah yang kita bayangkan untuk menjadi taat kepada Allah. Kemampuan untuk menjadi taat hanya bersumber dari kasih setia Than Yesus. Kasih-Nya menuntun kita mengikuti norma yang ditetapkan Allah. Orang Yahudi dan para murid menerima pengajaran tentang norma hidup dari guru-guru Hukum Taurat. Pengajaran itu diajarkan dan diteruskan secara lisan yang disebut “halakha” dan kemudian ditulis dalam kitab yang disebut “Midrasy dan Gemarra“. Than Yesus mengajarkan tentang arti yang sesungguhnya dari Hukum Taurat tersebut.
Dalam Hukum Taurat Musa tertulis : “Jangan membunuh” Perintah jangan membunuh tidak saja berarti umat dilarang membunuh. Tuhan Yesus menjelaskan bahwa dengan hal itu ada perasaan bersalah dan kecenderungan manusia memiliki hati yang jahat. Tuhan Yesus menyatakan karena Allah yang Maha Kuasa menilik hati manusia (Mazmur 33: 13-14). Perintah ini menjadi peringatan agar kita jangan memiliki kemarahan dan kebencian di dalam hati, karena kebencian sama artinya dengan membunuh dalam hati dan patut dihukum. Naskah asli untuk marah dalam teks ini adalah “orge” (Yunani) yang berarti kemarahan yang tetap atau kebencian.
Tapa disadari jika manusia menyimpan marah dan kebencian dalam hati akan keluar kata-kata kafir (Yunani “rhka)” dan jahil (Yunani “‘moros“) yaitu kata makian, hinaan, fitnah. Apa yang harus kita lakukan supaya kita tidak berdosa? Baca Galatia 5 : 22, milikilah pengendalian diri supaya tidak berdosa. Roh Kudus memampukan kita mengampuni orang lain yang menaruh dendam kepada kita (Kolose 3 : 12 -13). Hati yang damai akan membuat ibadah kita berkenan pada Allah. Buang amarah dan kebencian dalam hatimu.