Selasa, 4 Januari 2022
Renungan Pagi
Bacaan Alkitab : Wahyu 22 : 12
Setiap pekerja pasti akan memperoleh upah dari segala jerih lelah yang sudah dikerjakannya. Berapa upah yang didapat tergantung dari besar kecilnya pekerjaan yang dilakukan oleh orang tersebut. Dalam Alkitab kita temukan juga perkataan-perkataan tentang upah, seperti dalam Kolose pasal 3 ayat 23, 24 “Apapun yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya”.
Konsep Alkitab tentang upah pun sama dengan pandangan pada umumnya, yaitu hasil dari pekerjaan atau perbuatan yang kita lakukan. Meskipun tidak dikatakan upahnya berapa, seperti apa dan bagaimana wujudnya, namun yang jelas upah sorgawi akan mendatangkan sukacita yang besar bagi setiap orang yang menerimanya. Seberapa besarkah upah yang diterima seseorang? Semuanya tergantung kepada Tuhan. Hanya Tuhan yang berhak untuk menilai dan member upah tersebut. Sebagaimana dinyatakan pada ayat 12 : “Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upahKu untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya”.
Tentu saja kita menginginkan upah yang besar dari Tuhan. Namun demikian, harus diingat, bahwa hal itu akan diperoleh, jika kita melakukan kehendak Tuhan. Jadi selama kita hidup di dunia ini, marilah melakukan perintah Tuhan. Jagalah selalu perkataan maupun perbuatan kita. Perkataan maupun perbuatan positif kita, biarlah dilakukan hanya untuk kemuliaan nama Tuhan. Selain itu, kita jangan berbuat sesuatu hanya karena memikirkan upahnya saja. Mari kita kerjakan saja dengan tulus dan sungguh-sungguh apa yang mesti dikerjakan sebagai anak-anak Tuhan. Biarlah nantinya Tuhan yang menentukan hasilnya. Marilah bekerja dan
melayani Tuhan, karena itulah yang dikehendaki-Nya dalam hidup kita.