Minggu, 2 Januari 2022
Renungan Pagi
Bacaan Alkitab : Wahyu 22 : 6 – 7
Pasal 22 ini adalah bagian terakhir dari kitab Wahyu. Bagian ini hendak menyatakan tentang karya penyelamatan Tuhan terhadap manusia yang diperlihatkan-Nya kepada rasul Yohanes, yaitu mengenai kedatangan Tuhan Yesus kembali ke dunia. Rasul Yohanes menyampaikan hal ini sebagai suatu kebenaran, bahwa semua yang ditulisnya dalam kitab Wahyu bukan omong kosong belaka, tetapi Tuhan sendiri yang mengatakannya (ayat 6).
Kedatangan Tuhan menjadi berita yang membawa harapan dan sukacita bagi mereka yang berada dibawah tekanan dari pemerintah Romawi pada waktu itu maupun semua orang percaya yang sampai saat ini, masih mengalami berbagai penderitaan, pergu-mulan dan tantangan hidup. Kedatangan Tuhan membawa setiap orang yang percaya kepada kekekalan hidup. Di sana tiada lagi derita, airmata, kecemasan, melainkan hanya ada sukacita dan kebahagiaan kekal bersama dengan Tuhan. Semua itu akan dialami, jika orang-orang percaya hidup dalam kesetiaan dan ketaatan pada kehendak Tuhan. Ayat 7 menyatakan: “Sesungguhnya Aku datang segera, Berbahagialah orang yang menuruti perkataan-perkataan nubuat kitab ini”.
Baru saja kita sebagai gereja mengingat dan merayakan hari kelahiran Kristus (Natal). Saat kita merayakan natal, sukacita dan kegembiraan meluap dari hati setiap orang percaya. Kendati demikian, tentu kita tidak sekadar gembira sesaat saja, selesai natal, selesai juga kegembiraan kita. Tentunya tidak demikian Natal memberikan semangat kepada kita untuk terus berharap bahwa Tuhan Yesus yang telah datang ke dunia ini, akan datang kembali membawa orang percaya hidup bersama-Nya dalam kekekalan. Karena itu, marilah kita yang percaya kepada-Nya hidup taat pada Firman-Nya. Firman itu yang mengarahkan hidup kita pada kebenaran, Dengan demikian, pada waktu kedatangan-Nya, Ia mendapati kita sebagai orang-orang yang tetap setia. Percayalah juga, bahwa kasih setia Tuhan menyertai kita sampai selama-lamanya.