Minggu, 12 Desember 2021
Renungan Pagi
Bacaan Alkitab : Mazmur 105 : 1 – 11
Anzelmus Canteburry dari Abad Pertengahan menuliskan, “Bangunlah. Larilah sebentar dari pekerjaanmu. Sembunyikan dirimu sejenak dari pikiran-pikiran yang mengganggu. Buang sejenak apa yang menjadi pikulanmu. Sisihkan pekerjaanmu yang membuat lelah. Sediakan ruang sedikit bagi Tuhan, dan istirahat sejenak di dalam diri-Nya. Masukilah ruang terda/am dari benakmu, kunci semua pikiran-pikiran kecuali mengenai Tuhan dan semua yang dapat membantu kita menemukan-Nya. Bicara sekarang, seluruh batinku. Katakan pada Tuhan, “Aku mencari Dikau, aku mencari wajah-Mu dengan segenap hatiku”.
Umat Israel sedang tercerai-berai karena menjalani hukuman dari TUHAN akibat dosa pemberontakan mereka. Mereka diajak untuk selalu memuji, mencari, dan mengingat TUHAN (ay. 1-5). Di tanah pembuangan dan dalam penderitaan, umat Israel diajak untuk terus percaya kepada TUHAN. Ia yang telah memilih mereka menjadi umat-Nya adalah Tuhan yang Mahakuasa dan hakim atas seluruh bumi (ay. 6-7). Ia adalah TUHAN yang setia, yang akan menepati janji-Nya (ay. 8). Dahulu Tuhan memberikan tanah Kanaan sebagai milik pusaka Israel (ay. 9-11). Sekarang, Tuhan akan membebaskan Israel yang sedang dalam pembuangan dan membawa mereka pulang ke tanah Kanaan. Demikianlah mereka diingatkan untuk mencari Tuhan. Mereka diajak untuk memuji dan mencari Tuhan dengan sukacita yang digambarkan melalui kata-kata, bersyukurlah, bernyanyilah, bermazmurlah, biarlah bersuka hati.
Pergumulan dan penderitaan sering ‘mencuri’ sukacita dalam kehidupan kita. Melalui Mazmur 105 dan makna dari lilin ke tiga di minggu Adven III ini yaitu sukacita, kita diajak untuk terus memuji serta mencari TUHAN dengan sepenuh hati. Hanya karena keintiman dengan TUHAN dan hadirat-Nya yang mengisi kehidupan kita, maka sukacita penuh itu dapat dialami, sekalipun ada pergumulan maupun penderitaan.