SANG PENGAMPUN

Rabu, 8 Desember 2021

Renungan Pagi

Bacaan Alkitab : Yesaya 43 : 1 – 4

Manusia tidak luput dari dosa. Realitanya setiap manusia terbelenggu dengan dosa. Lebih parah lagi, terkadang sudah nyaman hidup dalam dosa sehingga tidak lagi sadar bahwa sedang melakukan dosa. Dosa tidak lagi menjadi hal yang ditakuti oleh manusia. Beriman kepada Yesus Kristus seyogyanya hidup terbebas dari dosa. Namun, ketidaksempurnaan kita membuat kita masih terbelenggu oleh dosa.

Dosa telah merusak hubungan Tuhan dengan manusia. Penebusan Tuhan menjadi sarana pendamaian hubungan antara Tuhan dengan manusia. Dalam nas ini Yesaya membahas kelepasan umat Israel dari pembuangan di Babel yang terjadi akibat dosa dan kesalahan mereka kepada Allah. Di dalam karya penebusan-Nya terdapat janji bahwa Ia akan selalu menyertai manusia di dalam menjalani kehidupan. Dengannya manusia tidak terseret oleh arus yang deras di dalam sungai kehidupan ini dan tidak terbakar hangus (kalah) oleh panasnya api pergumulan hidup.

Mari memulai aktivitas di pagi hari dengan keyakinan, bahwa Tuhan Yesus mengasihi setiap manusia yang menyadari salah dosanya. Nas ini menunjukkan, bahwa kehidupan kita yang penuh keberdosaan mendapat pengampunan dari pengorbanan Yesus Kristus, Sang Penebus dosa. Bersyukurlah senantiasa atas semua kemurahan dan berkat kasih-Nya. Ia selalu mengasihi kita. Ia mengenal kita dengan nama masing-masing. Ia mengetahui setiap akar masalah yang membuat kita sulit lepas dari kuasa dosa. Sesungguhnya Ia telah melepaskan kita dari kuasa dosa, ketika mau percaya kepada-Nya. Di mata-Nya kita berharga dan mulia. Sebagai umat-kepunyaan-Nya, selayaknya kita sadar diri untuk tidak hidup nyaman di dalam dosa. Karya Sang Pengampun akan menjadi semakin nyata ketika kita juga mau memberi diri untuk dilepaskan dari dosa dan menjadi hamba-Nya yang setia.