TAK TERPISAHKAN DARI KASIH-NYA

Selasa, 24 Agustus 2021

Renungan Pagi

Bacaan Alkitab : Mazmur 103 : 15 – 18

Bacaan hari ini memperlihatkan kepada kita dua hal yang kontras, yakni kefanaan manusia (ayat 15) dan kasih Tuhan yang kekal (17). Sebagai manusia, kita tentu memiliki keterbatasan, bahkan mungkin kelemahan. Selain itu, kita pun kadang kala tidak luput dari godaan hingga kemudian berbuat kesalahan. Di tengah berbagai keterbatasan bahkan kefanaan, bagaimana kita dapat menerima kasih Tuhan itu? Dengan jelas dinyatakan, bahwa kasih setia Tuhan tercurah bagi setiap orang yang taat kepada-Nya, yang berpegang teguh pada perjanjian-Nya dan melakukan segala kehendak-Nya. Ini merupakan kabar baik bagi kita yang terus berusaha taat kepada Tuhan, meskipun saat ini mungkin dalam kelemahan, kesulitan, bahkan nyaris tak berdaya.

Daud menyatakan bahwa kasih setia Tuhan bertahan selamanya. Artinya, penderitaan bahkan kematian tidak dapat memisahkan kita dari kasih Tuhan. Walaupun demikian, penting untuk dicatat, bahwa kita dapat benar-benar merasakan kasih Tuhan bila sungguh-sungguh beriman dan berharap hanya pada-Nya. Cinta kasih Tuhan mungkin saja tidak selalu diterima dalam bentuk, cara, atau waktu yang kita harapkan. Namun demikian, di sinilah letak iman dan pengharapan kita pada Tuhan. Kita percaya, bahwa hidup kita adalah milik Tuhan. Kita percaya, bahwa rencana-Nya indah bagi kita. Kita hanya perlu meningkatkan ketabahan dan kesabaran, khususnya dalam masa-masa sulit kehidupan. Setidaknya sikap itu memperlihatkan, bahwa kita terus berjuang untuk taat dan setia berjalan bersama Tuhan menyusuri kehidupan ini. Nantikanlah penyataan kasih setia Tuhan dalam hidup kita, yang mungkin dengan bentuk, cara, bahkan waktu yang tak terbayangkan oleh kita.