Sabtu, 1 Mei 2021
Renungan Pagi
Bacaan Alkitab : 2 Raja-Raja 19 : 20 – 31
Hal yang sangat menyukacitakan dalam kehidupan orang percaya adalah ketika ia mendapat jawaban doa yang dinanti-nantikannya. Sukacita tersebut utamanya bukan karena soal jawaban itu sesuai dengan apa yang diinginkan melainkan karena ia menyadari bahwa rancangan Tuhan adalah yang terbaik dalam kehidupan setiap orang percaya.
Doa Hizkia dijawab Tuhan melalui nabi Yesaya. Dari jawaban Tuhan tersebut ada beberapa makna penting. Pertama, celaan Sanherib tidak dapat mengurangi sedikitpun wibawa dan kebesaran Tuhan. Dia tetap Tuhan dengan segala keagungan-Nya. Celaan Sanherib sia-sia belaka. Tuhan, Maha mengetahui, termasuk tentang Sanherib. Sanherib begitu kecil di hadapan Tuhan. Kedua, kejemawaan Sanherib terhadap Tuhan karena merasa memiliki kekuatan besar dan mengalahkan bangsa-bangsa akan berbalik menjadi petaka kepada Sanherib sendiri. Kehancuran bangsa-bangsa lain merupakan ketentuan Tuhan, bukan karena Sanherib. Sanherib akan dipermalukan, bagaikan hewan yang dipasangkan tali kelikir pada hidungnya dan tali kekang pada bibirnya. Ketiga, pemeliharaan dan perlindungan Tuhan terhadap umat yang dikasihi-Nya tetap berlaku. Sekuat apapun Asyur, secongkak-jahat apapun Sanherib, tidak akan pernah bisa menembus kuasa Tuhan atas umat Nya.
Pemeliharaan Tuhan dinyatakan melalui tanaman yang bertumbuh sendiri yang diberikan Tuhan dalam kecukupan. Bahkan mereka nantinya akan dapat menabur dan menuai, lalu membuat kebun anggur dan menikmati hasil hasilnya sebagai pertanda keamanan dan ketenteraman yang Tuhan anugerahkan.
Dalam keheningan pagi ini kita mengutarakan isi hati kita pada Tuhan. Tuhan mendengar suara batin yang lirih, pula yang tak sanggup terucapkan sekalipun. Ia tahu yang anak-Nya butuhkan. Ia menyayangi kita bagaikan biji mata-Nya. Perlindungan, pertolongan, ketenteraman merupakan perwujudan kasih-Nya. Peganglah selalu janji-Nya dan biarkan kuasa-Nya melingkupi keseluruhan diri kita.