Senin, 26 April 2021
Renungan Pagi
Bacaan Alkitab : 2 Raja-Raja 8 : 1 – 6
Banyak orang tidak mudah untuk keluar dari zona nyaman yang menyekitarinya. Mereka merasa sulit keluar dari kenyamanan karena merasa bahwa itu adalah satu-satunya tujuan dalam hidup. Akibatnya, ketika situasi berubah dengan cepat atau tuntutan tugas mengharuskan seseorang berpindah ke tempat yang lain sulit untuk melepaskan kenyamanan. Tidak sedikit yang memilih untuk menghindar. Satu hal yang kadang luput dari perhatian dalam situasi demikian adalah sebenarnya penyelenggaraan pemeliharaan Allah terus berlangsung terhadap umat-Nya.
Dalam perikop ini dikisahkan Elisa menyampaikan kepada seorang perempuan Sunem agar ia dan keluarganya dapat berpindah ke mana saja ia dapat pergi karena akan terjadi bencana kelaparan selama tujuh tahun di negeri mereka. Tentunya itu bukanlah hal yang mudah. Ia dan keluarga harus meninggalkan keluarga besar dan kerabat. Perempuan tersebut tentu juga harus pergi meninggalkan harta bendanya karena disebutkan ia adalah seorang yang kaya (ps. 4:8). Perginya tidak sebentar, tetapi selama tujuh tahun. Perempuan itu tetap pergi dengan segala konsekuensinya, termasuk persoalan terkait harta miliknya di kemudian hari. Namun pada akhir perikop dikisahkan, ia mendapatkan pertolongan raja terkait dengan hal itu. Betapa pemeliharaan Allah tetap diselenggarakan atasnya.
Berita firman Allah menemani kita dalam memulai kehidupan di pagi ini. Kita diingatkan kembali bahwa pemeliharaan Allah diselenggarakan sejak masa lalu dan juga terselenggara atas kehidupan kita di masa kini dan terus sepanjang segala masa. Pemeliharaan Allah terjadi atas diri kita dan keluarga bukan terutama untuk kenyamanan diri. Terkadang kita justru harus melepaskannya dan berdamai dengan keadaan. Pemeliharaan Allah dinyatakan agar kita tetap dikuatkan menjalani kehidupan dan terutama bagi hormat kemuliaan nama-Nya.