Senin, 19 April 2021
Renungan Malam
Bacaan Alkitab : Kisah Para Rasul 8 : 9 – 13
Pertobatan Simon, tukang sihir itu terjadi karena pemberitaan Injil dari Filipus. Simon hanya seorang dari sekian banyak orang yang menjadi percaya kepada Tuhan Yesus. Mengapa Simon menjadi percaya? Apakah ada “udang di balik batu” dengan pertobatan Simon? Percaya seperti apakah yang dialami Simon saat mengikuti Filipus? Jika kita ikuti lebih jauh, ternyata Simon harus belajar banyak untuk menjadi sungguh percaya kepada Tuhan Yesus.
Percaya kepada Tuhan Yesus adalah sikap dan perbuatan yang benar dan terpuji. Seorang penyihir atau pemuja berhala dapat bertobat ketika mengakui kekuatan supranatural mereka tidak dapat menandingi kuasa Tuhan Yesus. Pelayanan diaken Filipus di kota Samaria telah membawa perubahan besar. Mereka yang dibelenggu kuasa kegelapan dibebaskan dan merdeka dalam Tuhan. Yang sakit pun disembuhkan dengan kuasa Tuhan. Demonstrasi kasih Tuhan hadir di tengah kota itu, turut memengaruhi pikiran dan hati Simon. Simon tiba pada keputusan bersejarah dalam hidupnya. Simon menjadi percaya dan memberi diri dibaptis. Tidak berhenti di situ, Simon mengambil bagian pelayanan Filipus meski dengan maksud terselubung.
Tuhan dapat menjamah hati seseorang menjadi milik-Nya. Tuhan dapat melakukan yang sama bagi kita. Kita pun dapat dipakai Tuhan melayani sesama yang menderita. Memperlihatkan kasih Tuhan dalam masa pandemi, berarti kita bersedia berbagi berkat dan turut mendoakan saudara yang terpapar. Kasih Tuhan menggerakkan kita menjadi peduli dan giat melayani sesama dengan cinta kasih. Jangan kendor dalam masa pandemi global ini. Jangan berpikir untuk berlaku serakah dan cari selamat sendiri. Percayalah selalu pada kebaikan Tuhan Yesus yang menyembuhkan dan menyelamatkan hidup kita.