Jumat, 17 Juli 2020
Renungan Malam
Bacaan Alkitab : Daniel 6 : 1 – 19
Dalam nas ini, kita diajak lebih mendalam untuk melihat sosok Daniel yang tetap memiliki karakter sebagai orang yang takut akan Allah. Pada satu sisi, Daniel memiliki jabatan yang dipercayayakan raja Darius, sebagai pengawas bagi para wakil raja dan pejabat lainnya. Di sisi lain, ia berhadapan dengan rekan sekerja yang penuh kedengkian. Mereka iri melihat kemampuan Daniel dalam tugas pekerjaannya. Daniel bekerja dengan disiplin dan berkualitas. Pembencinya, tidak dapat menemukan kelalaian apalagi kesalahan Daniel, kecuali dalam hal ibadah kepada Allah. Mereka bermufakat dan mendesak raja supaya mengeluarkan surat perintah. Isinya, seluruh rakyat boleh menyampaikan permohonan hanya kepada raja bukan kepada dewa-dewa lainnya. Bagi yang melanggarnya akan dimasukkan ke dalam gua singa.
Surat perintah raja harus ditaati oleh semua orang dan tidak bisa dilawan. Daniel yang begitu taat kepada Allah didapati sedang berdoa. Akibatnya, dia dibawa ke hadapan raja Darius. Sebenarnya Darius terjebak dengan wakil-wakil raja dan petinggi kerajaan itu, sehingga raja Darius pun sedih, berada dalam kelalaian dan mencari jalan keluar, namun dia tidak bisa berbuat apa-apa.
Dalam kehidupan ini bisa saja kita terjebak oleh sekelompok orang yang bermufakat untuk menjatuhkan orang lain hanya karena iri hati. Hal ini muncul sebenarnya bukan masalah karena tak mampu bersaing. Tetapi lebih karena tidak niampu mengolah hati dengan balk. Kedengkian adalah perbualan yang tidak berkenan bagi Tuhan. Bukankah Tuhan memberi anugerah bagi semua orang dan patut disyukuri. Dua karakter berbeda di nas ini, sosok iri hati dan suka merancangkan kejahatanan dihadapkan pada sosok setia, jujur dan takut akan Tuhan. Hati-hati dengan jebakan kebencian!