Senin, 25 Mei 2020
Renungan Malam
Bacaan Alkitab : Yoel 2 : 15 – 17
Sering kita memahami ibadah, pertobatan, penyadaran diri, keselamaian sebagai urusan pribadi. Padahal semuanya itu berhubungan dengan sesarna. Hal ini menyangkut kolektif, mulai dari keluarga, masyarakat dan bangsa. Karena itu, bila ada bencana menimpa suatu masayarakat, maka semuanya mengalami akibatnya. Hal ini nampak dalam seruan Nabi Yoel. Ia tidak hanya mengajak pribadi untuk bertobat. tetapi juga umat bahkan imam untuk memperbaiki diri demi masa depan.
Tiuplah sangkala di Sion. Sangkakala adalah alat yang dipakai untuk memanggil suku-suku Israel temlama saat bahaya. Maka umat menyambutnya dengan gemetar. Mereka berkumpul dengan tujuan untuk berpuasa dan sekaligus menghadiri pertemuan raya. Mereka mengadakan ibadah untuk pengakuan dosa dan pernbasuhan diri, agar layak dihadapan Allah. Semua orang hadir untuk mengikuti pertemuan itu, baik laki-laki maupun perempuan, tua muda, anak-anak, para imam, pelayan, penguasa bahkan anak-anak yang menyusui. Masa depan umat sangat ditentukan oleh perhimpunan raya ini. Semuanya mengaku dosa, mau bertobat, termasuk para imam, pelayan dan penguasa.
Pengakuan dosa merupakan tindakan yang penting sebagai wujud iman dalam menyambut anugerah Allah. Dalam Kristus kita telah menerima anugerah keselamatan. Sebab itu di hadapan Allah kita mewakili sesama bahkan masyarakat dan bangsa yang terancam berbagai bencana untuk mengaku dosa sambil terus menerus menyerukan pertobatan bersama.