{"id":15892,"date":"2022-02-15T02:00:00","date_gmt":"2022-02-14T19:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/gpibmenaraiman.or.id\/wp\/?p=15892"},"modified":"2022-02-14T09:31:13","modified_gmt":"2022-02-14T02:31:13","slug":"ibadah-ritual-dan-aktual-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gpibmenaraiman.or.id\/wp\/archives\/15892","title":{"rendered":"IBADAH RITUAL DAN AKTUAL"},"content":{"rendered":"\n<p style=\"text-align: justify;\">Selasa, 15 Februari 2022<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><u>Renungan Pagi<\/u><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bacaan Alkitab : Yakobus 1 : 26 &#8211; 27<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<div>Ibadah seringkali kita pahami dengan 3D: duduk, dengar, doa. Selebihnya nyanyi dan beri persembahan. Setelah itu pulang dan selesai. Padahal itu hanya salah satu dimensi ibadah. Dimensi lainnya adalah melakukan yang kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Itu adalah ibadah aktual. Mengaktualisasikan firman yang kita dengar lewat khotbah dengan melakukannya dalam tindakan nyata. Ibadah kita menjadi sempurna dengan melakukan keduanya. Iman memang tidak kasat mata. Namun kekristenan kita hanya dapat dilihat lewat hal-hal yang kita perbuat. Sejatinya iman tapa perbuatan adalah sia-sia. Kasih hanya dapat dirasakan lewat tindakan nyata bukan dengan kata-kata.<\/div>\n<div>\u00a0<\/div>\n<div>Umat Tuhan di perantauan dimotivasi oleh Yakobus untuk mengembangkan ibadah aktual. Mengekang lidah, mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka adalah\u00a0beberapa contoh ibadah aktual. Penting hal itu bagi umat di\u00a0perantauan. Dengannya mereka diminta untuk tidak hidup secara\u00a0hanya untuk diri\/kelompok sendiri saja. Perhatian kepada masyarakat lainnya yang berada dalam kesusahan berdampak pada dua hal sekaligus. <em>Pertama<\/em> relasi sosial terbina dengan baik. <em>Kedua<\/em> kesaksian hidup sebagai pengikut Kristus dinampakkan dengan jelas. Energi mereka tidak hanya digunakan untuk sekadar berbicara tetapi disalurkan untuk melakukan tindakan nyata. Karena itu mereka dinasihati untuk mengekang lidah.<\/div>\n<div>\u00a0<\/div>\n<div>Sebagai Gereja yang diutus Tuhan ke dalam dunia seharusnyalah kita lebih suka melakukan tindakan nyata. Jangan &#8216;NATO&#8217; <em>(No Action Talk Only)<\/em> atau &#8216;NONA&#8217;<em> (Name Only No Action)<\/em>. Saat ini, tidak sedikit masyarakat di sekitar kita yang masih kesusahan, lalu bagaimana dengan kita? Apakah kita tetap saja sibuk dengan ibadah ritual dan mengesampingkan tindakan nyata bagi mereka sebagai ibadah aktual kita? Semestinya ibadah kita utuh, yaitu kasih kepada Tuhan dan kasih kita kepada sesama.<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Selasa, 15 Februari 2022 Renungan Pagi Bacaan Alkitab : Yakobus 1 : 26 &#8211; 27 Ibadah seringkali kita pahami dengan 3D: duduk, dengar, doa. Selebihnya nyanyi dan beri persembahan. Setelah itu pulang dan selesai. Padahal itu hanya salah satu dimensi ibadah. Dimensi lainnya adalah melakukan yang kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Itu adalah ibadah aktual. &#8230; <span class=\"more\"><a class=\"more-link\" href=\"https:\/\/gpibmenaraiman.or.id\/wp\/archives\/15892\">[Read more&#8230;]<\/a><\/span><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6,5],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gpibmenaraiman.or.id\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15892"}],"collection":[{"href":"https:\/\/gpibmenaraiman.or.id\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gpibmenaraiman.or.id\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gpibmenaraiman.or.id\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gpibmenaraiman.or.id\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15892"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/gpibmenaraiman.or.id\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15892\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15894,"href":"https:\/\/gpibmenaraiman.or.id\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15892\/revisions\/15894"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gpibmenaraiman.or.id\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15892"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gpibmenaraiman.or.id\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15892"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gpibmenaraiman.or.id\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15892"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}